Kita Adalah Dua Arah Angin

Kita tidak pernah berjanji.

Kita hanya berjalan dalam garis yang kadang sejajar.

Kau adalah angin yang ingin berdiri di samping badai.

Aku adalah badai yang belajar memilih kapan harus tenang.


Kita tidak saling memiliki,

tapi kita saling menguatkan arah.


Ada jarak yang tidak pernah kita sebut,

bukan karena takut,

tapi karena kita cukup dewasa

untuk tahu,

tidak semua percikan harus menjadi api.


Kau menghormatiku seperti tanah menghormati hujan:

tidak menggenggam,

hanya menerima saat ia turun.


Dan aku?

Aku berdiri tanpa meminta dipahami.

Karena siapa yang cukup tinggi berdiri,

akan selalu terlihat,

tanpa perlu memanggil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“TRI PANTANGAN TAMANSISWA”

SESORAH TATA KRAMA

Naskah Film Dokumenter