Yang Tidak Aku Pilih
Aku tidak memanggilmu, tidak juga menunggumu datang. Namamu bahkan tidak kusebut dalam doa-doa yang kupilih dengan sadar. Tapi entah kenapa, di sela sunyi yang tidak berniat apa-apa, kamu muncul seperti bayangan yang tidak pernah kuundang. Tidak keras, tidak juga dalam, hanya cukup untuk membuat jantungku mengingat sesuatu yang tidak pernah kuizinkan tumbuh. Ini bukan rindu. Bukan pula cinta. Hanya semacam gema dari tawa-tawa kecil yang terlalu ringan untuk dianggap, namun terlalu nyata untuk diabaikan. Aku tidak menginginkanmu, dan mungkin itu yang paling jujur. Namun tubuh ini, dengan caranya sendiri yang aneh, terus mengkhianati keputusan yang sudah kupastikan. Ada jarak, ada batas, ada versi diriku yang tetap berdiri tegak dan tidak bergerak mendekat. Tapi di dalam, sesuatu berdenyut, tanpa arah, tanpa tujuan, seperti pesan yang salah alamat namun tetap terkirim. Dan mungkin ini bukan tentangmu. Mungkin ini hanya tentang bagaimana sesuatu yang kecil bisa tinggal terlalu lama di rua...