Menghilang
Ada keinginan yang tumbuh diam-diam di sudut paling sunyi dari pikiranku. Bukan teriakan. Bukan pula ratapan. Hanya sebuah hasrat yang tenang untuk menghilang dari peta dunia. Seperti kabut yang memutuskan tak lagi menjadi bagian dari pagi. Aku membayangkan diriku larut perlahan ke dalam ruang yang tak bernama, tempat di mana tidak ada yang memanggil, tidak ada yang menuntut, tidak ada yang perlu dijelaskan. Sebab hidup kadang terasa seperti lorong panjang tanpa jendela, dan langkah kaki sendiri menjadi gema yang melelahkan. Di lorong itu aku sering bertanya pada bayanganku sendiri: bagaimana rasanya jika suatu hari namaku berhenti bergema di dunia? Jika keberadaanku perlahan dilipat oleh waktu seperti surat lama yang tak pernah lagi dibaca? Mungkin tidak akan ada yang berubah. Langit tetap luas. Angin tetap berjalan. Dan bumi akan terus berputar tanpa menyadari satu jiwa telah memilih menjadi sunyi yang tak lagi ditemukan oleh siapa pun.