Belajar Mencintai Badai
Aku pernah melihat seseorang yang tidak pernah benar-benar tenang bukan karena hidupnya berantakan, tapi karena semesta seperti gemar mengujinya tanpa jeda. Dari luar, ia tampak biasa saja, tertawa di waktu yang tepat, menjawab seperlunya, seolah hidupnya rapi dan terkendali. Padahal aku tahu, di dalam dirinya angin tak pernah benar-benar berhenti berputar. Ia seperti langit yang terus berubah kadang terang dengan warna yang indah, kadang gelap tanpa aba-aba, namun anehnya, tak pernah benar-benar runtuh. Aku pernah bertanya dalam diam, bagaimana caranya ia tetap berdiri di tengah hidup yang tak pernah benar-benar bersahabat? Lalu aku melihatnya lebih dekat bukan saat ia kuat, tapi saat ia lelah. Di matanya ada sesuatu yang tak semua orang mampu miliki: keteguhan yang tidak berisik, dan luka yang tidak meminta dimengerti. Ia tidak menolak badai, tidak juga berusaha mengalahkannya. Ia hanya berdiri di sana, membiarkan angin menerpa, seolah berkata pada hidup: “kalau memang ini jalanku, y...