Yang Tidak Aku Pilih

Aku tidak memanggilmu,

tidak juga menunggumu datang.

Namamu bahkan tidak kusebut

dalam doa-doa yang kupilih dengan sadar.


Tapi entah kenapa,

di sela sunyi yang tidak berniat apa-apa,

kamu muncul

seperti bayangan yang tidak pernah kuundang.


Tidak keras,

tidak juga dalam,

hanya cukup untuk membuat

jantungku mengingat sesuatu

yang tidak pernah kuizinkan tumbuh.


Ini bukan rindu.

Bukan pula cinta.

Hanya semacam gema

dari tawa-tawa kecil

yang terlalu ringan untuk dianggap,

namun terlalu nyata untuk diabaikan.


Aku tidak menginginkanmu,

dan mungkin itu yang paling jujur.

Namun tubuh ini,

dengan caranya sendiri yang aneh,

terus mengkhianati keputusan yang sudah kupastikan.


Ada jarak,

ada batas,

ada versi diriku

yang tetap berdiri tegak dan tidak bergerak mendekat.


Tapi di dalam,

sesuatu berdenyut,

tanpa arah, tanpa tujuan,

seperti pesan yang salah alamat

namun tetap terkirim.


Dan mungkin ini bukan tentangmu.

Mungkin ini hanya tentang

bagaimana sesuatu yang kecil

bisa tinggal terlalu lama

di ruang yang seharusnya kosong.


Jadi biarlah,

aku tidak akan mengejar,

tidak juga mengusir.


Karena aku tahu,

hal-hal seperti ini

datang tanpa izin,

dan pergi

tanpa perlu disuruh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“TRI PANTANGAN TAMANSISWA”

SESORAH TATA KRAMA

Tugas Bahasa Indonesia Contoh Proposal Senam Lansia