Menghilang
Ada keinginan yang tumbuh diam-diam
di sudut paling sunyi dari pikiranku.
Bukan teriakan.
Bukan pula ratapan.
Hanya sebuah hasrat yang tenang
untuk menghilang dari peta dunia.
Seperti kabut yang memutuskan
tak lagi menjadi bagian dari pagi.
Aku membayangkan diriku
larut perlahan
ke dalam ruang yang tak bernama,
tempat di mana tidak ada yang memanggil,
tidak ada yang menuntut,
tidak ada yang perlu dijelaskan.
Sebab hidup kadang terasa
seperti lorong panjang tanpa jendela,
dan langkah kaki sendiri
menjadi gema yang melelahkan.
Di lorong itu
aku sering bertanya pada bayanganku sendiri:
bagaimana rasanya
jika suatu hari
namaku berhenti bergema di dunia?
Jika keberadaanku
perlahan dilipat oleh waktu
seperti surat lama
yang tak pernah lagi dibaca?
Mungkin tidak akan ada yang berubah.
Langit tetap luas.
Angin tetap berjalan.
Dan bumi akan terus berputar
tanpa menyadari
satu jiwa telah memilih
menjadi sunyi
yang tak lagi ditemukan
oleh siapa pun.
Komentar
Posting Komentar