Kepala
Kepalaku seperti langit
yang dipenuhi burung-burung gelisah.
Mereka berputar tanpa arah,
menabrak satu sama lain,
menciptakan riuh
yang tak terlihat oleh siapa pun.
Di luar
semuanya tampak biasa saja.
Orang-orang berjalan,
hari tetap bergerak,
dunia tidak berhenti.
Namun di dalam diriku
ada sesuatu yang terus berisik.
Seperti ombak yang tak pernah selesai
menghantam karang
di ruang yang sempit bernama kepala.
Aku ingin diam.
Benar-benar diam.
Tapi pikiranku seperti angin musim timur,
keras, panjang,
dan tak pernah tahu
kapan harus pulang.
Maka aku hanya menunduk
di tengah keramaian dunia
dengan satu harapan kecil:
semoga suatu saat
kepalaku kembali menjadi langit yang tenang,
dan semua burung gelisah itu
akhirnya menemukan arah pulang.
Komentar
Posting Komentar