Yang Hampir Menjadi Malam
Tidak ada yang benar-benar menyentuh,
hanya jarak yang pelan-pelan
kehilangan definisinya.
Ia berdiri di belakangmu
seperti bayangan yang setia,
tidak meminta cahaya,
tidak juga pergi.
Ada sesuatu yang singgah
Pelan tapi pasti,
Penuh keberanian,
Dan keheningan memilih untuk tinggal sedikit lebih lama.
Udara berubah suhu.
Waktu melambat tanpa alasan.
Kau bisa saja melangkah.
Ia bisa saja mendekat.
Namun yang terjadi hanya
sebuah lingkar tak terlihat
yang mengurung kalian dalam detik
yang terlalu rapuh untuk diganggu.
Ia tidak memelukmu.
Ia hanya menjadi ruang
yang membuatmu merasa
tidak sendirian.
Dan anehnya,
yang membuat jantungmu bergetar
bukan kemungkinan untuk lebih,
melainkan fakta
bahwa ia menahan diri.
Karena cinta yang dewasa
bukan tentang seberapa jauh berani melangkah,
melainkan seberapa dalam sanggup berhenti.
Malam itu tidak meninggalkan jejak.
Tidak ada janji.
Tidak ada kata.
Hanya dua napas
yang saling tahu
bahwa ada sesuatu
yang bisa saja menjadi badai,
namun memilih
menjadi rahasia.
Komentar
Posting Komentar